Pages

Jun 17, 2011

i miss that i missed

Aku merindukan abang ku....

Aku merindukan abang ku pada saat sekarang. Mengingat nya sangat menguras tenaga, emosi dan perasaan bersalah.

Cara nya mengajarakan ku soal berhitung dan bahasa inggris. Dengan meletakkan setumpuk tugas di atas meja belajar ku maka secara ajaib keesokan harinya tugas itu telah selesai dengan sendiri nya. Aku melirik sesosok anak laki-laki di sebelah ranjang ku yang sedang tertidur pulas. Padahal aku tahu, bahwa dia yang mengerjakan semua itu.

Setelah itu, dia selalu mengerjakan tugas ku. Dengan mudah nya berkata ‘Letak kan saja semua nya di atas meja. Besok abang jamin semua nya selesai’.

Cara nya mengajarkan bermain ku layang-layang. Dengan menerangkan jenis tali dan mengikat nya ke sisi layang-layang. Akhirnya layangan kami jadi. Dan dia menyuruh ku untuk memegang layangan di sisi berhadapan dan dia akan menarik nya hingga terbang. Dia mulai mengatur posisi ketinggian layangan dan mengulur tali hingga tinggi sekali.
Kemudian dia memberikan tali layangan itu kepada ku dan berlari ke dalam rumah dan menelpon pacar nya sambil berteriak ‘Hei kamu bisa lihat layangan kami tidak? Sangat tinggi! Sekarang nana lagi memegang tali nya’. Terdengar tawa reyah dari dalam dan aku mulai berfikir suatu saat nanti jikalau aku punya pacar, aku ingin melakukan yang dilakukan abang ku.

Cara nya mengajarkan ku berbelanja untuk pertama kali nya. aku masih ingat dia membelikan ku permen zag yang bisa meletus jikalau di makan. Saat pertama kali mencoba nya aku terkejut dan dia, abang ku tertawa geli melihat ekspresi ku. Sebenarnya dia disuruh kakek untuk menjemput ku tapi ternyata dia telah meminta izin untuk mengajak ku jalan-jalan.

Setelah itu dengan mudah nya dia berkata ‘Kalau kamu ingin jalan-jalan, abang akan siap menemani mu kemana kamu pergi, ok’

Cara nya mengajarkan ku memilih apa yang akan aku pilih untuk masa depan nanti. Yah menjadi dokter adalah cita-cita ku sedari kecil. Dia selalu mengingatkan akan beban dan tanggung jawab sebagai dokter walaupun dia sendiri tidak ingin menjadi dokter. Seorang dokter di tuntut agar profesional, tangguh dalam segala hal, cekatan dalan segala situasi dan harus menjalan kan beberapa prinsip dan sumpah atau janji dokter.

Setelah itu dengan mudah nya dia berkata ‘Apa pun yang kamu lakukan, lakukan lah dengan hati karena pekerjaan itu harus di senangi. Jangan terpaksa melakukan nya. Nah, kira-kira apa kamu sanggup?’ ‘aku akan menjadi dokter untuk abang. Dan kalau abang sakit akan ku obati dan ku rawat dengan baik. Tunggu saja’ jawab ku dengan yakin.

Cara nya mengajarkan ku bagaimana memandang suatu kehidupan mendatang. Dia melukiskan beberapa hal kepada ku. Seperti akan menikah apabila telah memiliki rumah, mobil atau motor sendiri dan juga pekerjaan yang tetap. Aku melihat dari matanya kalau dia sangat bersungguh-sungguh. Pandangan nya menerawang jauh seakan-akan dia bisa melihat masa depan saat itu juga. Diam-diam aku pun berjanji dalam hati akan seperti dirimu kelak.

Setelah itu dia tersenyum kepada ku ‘Kalau abang ingin nya menikah di umur 30, gimana?hahaha udah ketuaan kali yah’ dan aku membalas dengan tertawa sambil berkata ‘itu terserah abang lah’

Cara nya mengajarkan ku akan kepatuhan. Dia sempat menampar ku tepat di pipi ku karena keras kepala ku yang tidak mau mendengarkan perkataan nya. Aku mempertahankan pendapat ku dan dia bersikukuh dengan prinsip yang dia miliki. Yah namanya juga manusia biasa. Emosi yang ada di sekeliling kami sangat ‘panas’ sampai-sampai di amemberikan tamparan kepada ku.

Setelah itu malah dia yang meminta maaf kepada ku ‘Maaf, abang terlalu emosi. Sakit yah?’ sambil tersenyum enggan kepada ku yang duduk di sudut tempat tidur ku.

Cara nya memberikan ku nasehat sebelum tidur. Kami selalu bercakap-cakap tentang beberapa hal. Ah bukan tapi banyak hal. Aku terlalu ketergantungan dengan nya. Seperti sebuah drugs jikalau kau tidak memakainya dalam sehari maka akan fatal akibat nya.

Tapi setelah itu dia malah tidak ada di samping ku. Tempat tidur nya kosong. Lemari baju nya pun kosong. Hair tonic favorit nya juga tidak ada di tempat. Dan aku melihat tidak ada lagi sepatu converse butut favorit nya di rak sepatu. Hilang....dia benar-benar telah hilang.

Sekarang aku berdiri di depan mu. Berdiri di tempat kau bersemayam untuk terakhir kali nya. aku merasa tidak percaya nama yang ada di depan ku adalah nama mu. Masih mengenang saat kau menawarkan dua pilihan baju kepada ku. Yang satu berwarna merah jambu dan satu nya lagi berwarna biru. Dan aku pun memlih warna biru kemudian dia tertawa dan berkata ‘Kenapa yang ini? Ini cocok nya buat cowok bukan cewek hahaha’. Sejak saat itu aku menjadi anak yang berumur 5 tahun yang menyukai warna biru.

Terima kasih untuk semua yang kau lakukan. Terima kasih karena telah mengajarkan ku banyak hal. Terima kasih ku tidak bisa di hitung dan di bayar dengan apa pun.

Terima kasih telah mau menjadi abang ku sampai akhir hayat mu.

Dan maaf, aku tidak bisa memenuhi janji ku kepada mu. Maaf....karena aku terlambat....

0 komentar:

About Me

My photo
being who I am and loving what I'm doing coz you'll never be lonely if you learn to befriend yourself..... just remember to be yourself and remember throughout everything why you first wanted to do this...